detik-detik waktu lunch telah tiba… terasa makin sesek aja napasku.
bodohku knp hr ini ga bawa bekal… jadi makan di warteg.
makasi desi…
sepanjang jalan setapak menuju warteg… aku menghayal kau seperti biasa jalan di sampingku.
bercanda dan tertawa… walo terkadang hanya tersenyum simpul.
makin menancap di kepala saat aku melewati seng
tempat biasa kau menungguku.
kuharap makan siangku hari ini bisa masuk.
tapi ternyata tidak… dari mataku terus saja menetes air.
mengalir bak banjir kiriman dari sebuah ledakan bendungan kemarahan.
padahal malu juga nangis di warteg… ngabisin tisu :p
mungkin desi jadi malu duduk di sampingku… di samping orgil berbaju ungu yang terus saja mengaduk-aduk nasi di piring tanpa nafsu makan.
makanan yang sudah masuk mulut, susah sekali di telan… aku minum dan minum lagi.
akhirnya aku menelpon temanku yang di tangerang, berharap dia ada kabar bagus untukku.
Tuhan maafkan ke khilafanku
semangat ai ya.. yakin semua pasti akan berakhir